Tips Anak Tips AnakPanduan ringkas untuk pembaca yang ingin paham tanpa bertele-tele.
parenting

Cara Mengajarkan Anak Hemat Sejak Dini

Tips mengajarkan anak kebiasaan hemat melalui contoh nyata. Mulai dari celengan, uang jajan, hingga diskusi sederhana tentang kebutuhan dan keinginan.

3 May 2026 · 2 menit baca · oleh Fauzia Suryadi
Cara Mengajarkan Anak Hemat Sejak Dini

Kemarin di supermarket, anak saya yang masih lima tahun tiba-tiba merengek minta mainan robot. Daripada langsung beli, saya jongkok setara matanya dan tanya, “Kamu udah punya tabungan buat beli ini?” Dia geleng-geleng. Dari situ saya makin sadar bangeet, ngajarin arti uang dan kebiasaan hemat gak perlu nunggu anak gede. Di Larantuka, tempat kami tinggal, banyak orang tua masih anggap anak terlalu kecil buat urusan finansial. Padahal, menanamkan nilai hemat sejak balita bisa dimulai dengan cara sederhana dan menyenangkan.

Cara Praktis Mengenalkan Kebiasaan Hemat pada Anak

Saya mulai dengan tiga langkah yang langsung bisa dipraktekin di rumah. Pertama, bikin celengan transparan. Biarin anak ngeliat koin dan lembaran yang ngumpul. Setiap kali dia masukin uang, saya ikut semangat. Kedua, kasih uang jajan mingguan dalam jumlah kecil. Anak saya dapet Rp5.000 per minggu. Kami sepakat separoh boleh dibelanjain, separoh ditabung. Ketiga, ajak anak belanja sambil cerita. Di pasar tradisional, saya bilang, “Kita pilih satu buah aja ya. Mana yang lebih kamu butuhin, apel atau jeruk?” Diskusi sederhana ini bantu dia bedain kebutuhan dan keinginan.

Saya juga terapkan aturan “tungu tiga hari” buat barang non-esensial. Setelah tiga hari, kalo dia masih pengen, baru kita pertimbangin. Cara ini ngurangin pembelian impulsif. Di usia balita, anak cenderung gampang lupa. Setelah tiga hari, minatnya biasanya udah pindah ke mainan lain. Teknik ini saya adaptasi dari artikel tentang perkembangan anak di Wikipedia yang jelasin bahwa anak usia dini punya rentang perhatian pendek.

Selain itu, saya libatin anak dalam kegiatan berbagi. Misalnya, pas lebaran kami ajak dia milih beberapa mainan bekas layak pakai buat disumbangin ke panti asuhan di Larantuka. Dia belajar bahwa uang dan barang bukan cuma buat diri sendiri. Kebiasaan ini juga ngajarin rasa syukur.

Gak usah khawatir kalo anak masih bingung. Pengalaman saya, anak butuh pengulangan dan contoh langsung. Saya sendiri berusaha gak boros di depan mereka. Misalnya, pas mau beli baju baru, saya bilang, “Mama udah punya tiga baju, jadi kali ini gak usah beli.” Anak ngikutin dari apa yang mereka lihat.

Penutupnya sederhana: kebiasaan hemat bukan soal pelit, melainkan bijak ngelola sumber daya. Dari celengan plastik sampai diskusi belanja, setiap langkah kecil bentuk pola pikir yang bakal terbawa sampai dewasa. Dan buat saya, ngeliat anak seneng nabung di celengan sendiri udah jadi hadiah yang tak ternilai.

Ilustrasi anak menabung di celengan

Tag: #tips anak #hemat #keuangan anak #parenting #edukasi finansial